Perkuat Strategi Pengelolaan Media Sosial, Bawaslu Sampang Ikuti Pelatihan Humas Upgrade Series #2
|
SAMPANG – Bawaslu Sampang mengikuti kegiatan Humas Upgrade Series 2 bertajuk "Desain Kreatif dan Informasi Efektif" yang digelar oleh Bawaslu RI via daring melalui zoom meeting pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan media sosial dan penyampaian informasi publik di masa non-tahapan pemilu. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh staf kehumasan Bawaslu/Panwasli provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan informasi publik, perlu dilakukan penguatan kemampuan pengelola kehumasan dalam mengemas informasi melalui desain visual yang kreatif, komunikatif, dan efektif
Dalam pengarahannya, Apriyani Marwah selaku Tenaga Ahli Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu RI menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan sensitivitas jajaran kehumasan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Pengelolaan media sosial Bawaslu diharapkan tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga memiliki daya edukatif, impresif, hingga mampu mendorong advokasi perubahan di masyarakat.
Dalam sesi pelatihan kali ini, Bawaslu menghadirkan Syamas Fitriya, seorang pakar di bidang desain grafis dan komunikasi visual. Beliau merupakan Chief Executive Officer (CEO) dari Sedesain.id, akademisi perguruan tinggi di Bekasi, serta seorang pakar terverifikasi (Canva Expert), sebagai narasumber utama untuk membagikan strategi pemanfaatan platform desain grafis Canva.
Dalam pemaparannya, Bang Syam menekankan pentingnya penyampaian pesan pengawasan pemilu melalui pendekatan visual yang modern, relevan, dan mudah dicerna oleh masyarakat luas. Menurutnya, visualisasi data dan informasi merupakan kunci agar pesan-pesan edukasi pemilu seperti pencegahan politik uang dan pengawasan partisipatif dapat tersampaikan dengan cepat dan tepat target.
"Visualisasi membantu menemukan pola dalam data yang sulit terlihat sebelumnya. Ketika kita menyampaikan imbauan hanya dalam bentuk teks, masyarakat mungkin kesulitan mencernanya. Namun, saat informasi tersebut dikemas secara visual menggunakan ikon, simbol, hingga elemen populer yang relevan, pesan akan jauh lebih mudah ditangkap meski audiens hanya melihatnya
Menanam di Masa Non-Tahapan
Masa non-tahapan dipandang sebagai momen krusial untuk "menanam" pengetahuan dan mengasah keterampilan jajaran Bawaslu di seluruh daerah. Menyiapkan kapasitas SDM di masa ini dianggap sebagai fondasi penting untuk menyongsong tahapan pemilu yang jauh lebih baik di masa depan.
"Masa non-tahapan ini adalah masanya kita menanam. Menanam tanpa belajar atau meningkatkan kapasitas adalah tanda-tanda kita tidak mempersiapkan tahapan pemilu yang lebih baik," ujar narasumber dalam sambutannya.
Melalui pelatihan ini, Bawaslu berharap jajaran Humas di daerah mampu:
Meningkatkan Kesadaran Publik: Mengajak masyarakat lebih peka dan peduli (aware) terhadap situasi politik serta pengawasan pemilu.
Membangun Ekosistem Pengawasan Partisipatif: Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawalan demokrasi.
Mendesain Informasi Efektif: Mengemas narasi dan visualisasi informasi publik secara lebih menarik, transparan, dan mudah dipahami.
Evaluasi dan Monitoring Pengelolaan Media Sosial
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana Monitoring dan Evaluasi (Monev) atas dampak pelatihan Humas Upgrade seri sebelumnya. Bawaslu pusat akan memantau secara berkala keaktifan serta perubahan nyata dari Humas Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mengelola saluran komunikasi publik mereka.
"Ketika kapasitas pribadi personil meningkat, kerja kelembagaan Bawaslu akan menjadi jauh lebih baik. Pada akhirnya, goal utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memaknai pemilu dan demokrasi di negara kita," pungkasnya sebelum secara resmi membuka acara.
Dengan dibukanya Humas Upgrade Series 2 ini, seluruh peserta diharapkan dapat menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari para ahli yang dihadirkan serta aktif berdiskusi guna mewujudkan Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang makin terpercaya.